Debt Collector Lakukan Penarikan Paksa, Lakukan Hal Ini

Artikel Hukum- Sering kita jumpai obnum debt kolektor yang berkerja dilapangan melakukan penarika paksa terhadap konsumen yang gagal atau menunggak bayar tagihan.

Bahkan, selama ini juga ditemukan kasus adanya beberapa orang atau sekumpulan orang oknum debt kolektor yang melakukan penarika agunan seperti motor dan mobil secara paksa dijalanan.

Umumnya, pemilik kendaraan ini menunggak pembayaran angsuran kredit kendaraan yang dipakainya.

Lantas bagaimana langkah hukum jika ada debt kolektor yang melakukan penarikan paksa terhadap kendaraan anda? berikut ulasannya.

Bila pengambilan motor dilakukan oleh debt collector di jalan, maka hal itu merupakan perbuatan perampasan dan dapat dijerat pasal 365 KUHP tentang perampasan
Tindakan ini merupakan tindak pidana Pencurian.

Begitu juga, jika debt collector mendatangi rumah lalu memaksa dan mengancam dalam mengambil kendaraan bermotor atau mengajak anda kekantor Finance dan memaksa untuk menyerahkan kendaraan dengan tekanan dan kekerasan, maka tindakan tersebut dapat dijerat dengan Pidana Pemerasan, pasal 368 KUHP.

Perlu diketahui, cara menegakkan perbuatan melawan hukum yang dilakukan konsumen yang menunggak kredit kendaraan bermotor adalah dengan pengajuan eksekusi di pengadilan, bukan dengan diambil secara paksa.

Jika hal ini terjadi terhadap anda atau keluarga anda dan dilakukan secara paksa oleh debt kolektor lakukan beberap langkah ini:

Buat Bukti sebanyak mungkin

Baca dengan teliti dan Simpan segala jenis berkas-berkas saat melakukan kredit pembiayaan kendaraan bermotor.
Kemudian bilamana anda didatagi oleh debt collector, usahakan untuk memanggil kerabat atau tetangga atau perangkat desa untuk mengetahui dan menyaksikan apa yang dilakukan debt collector tersebut. Rekam video bilamana debt collector mulai melakukan tindakan intimidasi secara verbal atau fisik. Bilamana anda diberhentikan di jalan, maka usahakan meminta pertolongan kepada warga sekitar dan membuat merekam video kejadian.

Jangan pernah mau bila dipaksa menandatangani berkas-berkas yang anda tidak tau apa maksud dan tujuan dari berkas tersebut, atau berkas-berkas yang menyatakan bahwa anda menyerahkan kendaraan bermotor secara sukarela.

Bilamana anda mengalami kekerasan fisik, pada kesempatan pertama langsung menghubungi kepolisian setempat (Polsek di Kecamatan terjadinya pengambilan Paksa kendaraan bermotor).

Selanjutnya, kepada perusahaan finance yang tidak mendaftarkan jaminan fidusia ke kantor pendaftaran fidusia padahal dalam kesepakatannya menggunakan mekanisme penjaminan Fidusia, maka perusahaan Finance dapat dijerat dengan Pidana Penipuan, pasal 378 KUHP.(*)

Bilamana anda merasa takut untuk menghadapinya sendiri, maka dapat meminta pendampingan Pengacara atau Lembaga-lembaga bantuan hukum.

Semoga artikel ini dapat membantu permasalah hukum yang mungkin anda jalani. Jika butuh informasi lebih lanjut terkait hal ini, atau ingin konsultasi permasalah hukum hubungi tim kami Vault vandellant & Partner. Klik tombol whatsapp disamping

VAULT VANDELLANT SH:

Advokad Muda yang Bertekad Hukum Bersama Orang-orang Adil

Sumber: Artikel Kantor Hukum LHS

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kirim Pesan
Hallo, Permasalahan Hukum Apa yang Ingin Anda Konsultasikan?